Belajar dari Warga AS, Tabungan Jadi Penyesalan Finansial Terbesar login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia Market Berita Market Belajar dari Warga AS, Tabungan Jadi Penyesalan Finansial Terbesar Comment SHARE url telah tercopy Tim Redaksi, CNBC Indonesia 01 March 2026 21:15 Foto: Ilustrasi Menabung (Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash) Jakarta, CNBC Indonesia – Menabung untuk masa tua ternyata menjadi kesalahan finansial yang paling banyak disesali. Hal ini terungkap dalam survei dari Bankrate terhadap 2.078 responden di Amerika Serikat. Para responden menyatakan, kurang menabung menjadi penyesalan finansial terbesar yang dirasakan masyarakat Negeri Paman Sam pada tahun lalu. “Penyesalan soal tidak menabung cukup untuk pensiun muncul setiap tahun, dan jumlahnya makin besar seiring usia,” ujar Stephen Kates, analis finansial Bankrate, dikutip dari CNBC.com, Minggu (1/3/2026). Baca: 5 Ciri Utama Golongan Warga Kelas Bawah, Ada di Kamu? Anehnya, 43% responden mengaku belum melakukan apa pun untuk memperbaiki penyesalan finansial mereka selama setahun terakhir. Ketika ditanya apa yang paling bisa membantu kondisi keuangan mereka, warga AS menyebut kebutuhan pokok yang lebih murah, peluang kerja lebih baik, tarif sewa yang lebih rendah, hingga pasar saham yang kembali pulih. Kondisi tersebut sebenarnya cukup selaras dengan du Indonesia. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan hanya 76,3% penduduk di Tanah Air yang memiliki rekening bank di lembaga keuangan formal. Sementara itu, barus sekitar 29 juta pekerja yang tercatat sebagai peserta dana pensiun. Apabila saat ini Anda belum memiliki tabungan yang memadai untuk dana darurat dan juga dana pensiun, tiga pakar keuangan memberikan saran soal bagaimana memperbaiki kondisi finansial tersebut. “Terlambat memulai lebih baik dibandingkan dengan tidak pernah memulai,” kata Jake Martin, penasihat finansial dari Ohio. Baca: Daftar Bunga Deposito Terbaru BRI, Mandiri & BNI per 26 Februari 2026 Cara Mengatasi Penyesalan Finansial Beberapa pakar keuangan AS memberikan strategi yang juga relevan dilakukan oleh masyarakat Indonesia: 1. Bereskan dulu ‘kebakaran finansial’ Utamakan melunasi utang berbunga tinggi seperti kartu kredit atau pinjol. Bunga yang menumpuk dapat menghabiskan ruang tabungan. Cara lain untuk menambah ruang tabungan adalah dengan memotong pengeluaran tetap, sebuah strategi yang disebut oleh Ashton Lawrence, seorang perencana keuangan asal South Carolina, sebagai mengendalikan hal-hal yang bisa dikendalikan. “Kenali di mana uang untuk hal-hal tidak wajib (discretionary spending) bocor, apakah untuk makan di luar, terlalu banyak layanan streaming, langganan aplikasi yang sudah lupa, layanan pesan-antar, belanja impulsif, atau gaya hidup yang semakin mahal. Setiap uang yang tidak kamu keluarkan adalah uang yang bisa kamu alokasikan untuk hal yang lebih berguna,” katanya. 2. Siapkan dana darurat untuk hidup 3-6 bulan Dana darurat mencegah Anda kembali berutang ketika terjadi hal tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau biaya kesehatan mendadak. Persiapkan dana darurat dengan perhitungan biaya hidup selama 3-6 bulan. Dana darurat juga sangat krusial untuk membantu mengurangi ketergantungan terhadap utang berbunga tinggi saat sesuatu yang di luar dugaan terjadi. 3. Tingkatkan tabungan pensiun Setelah dua hal itu di atas dapat dikendalikan, siapkan dana pensiun untuk hari tua. “Sementara sebagian besar orang menargetkan menabung 5% hingga 10% dari penghasilan mereka, seseorang yang sedang berusaha mengejar ketertinggalan sebaiknya mencari cara untuk meningkatkan porsi tabungannya menjadi 20% hingga 30%, terutama jika mulai menabung serius di usia 40-an,” kata Martin. Dalam kondisi tertentu, Anda juga mungkin perlu mempertimbangkan untuk menunda usia pensiun jika membutuhkan lebih banyak waktu untuk menabung. “Jumlah pasti yang perlu Anda tabung akan berbeda-beda tergantung sejumlah faktor, termasuk usia Anda dan gaya hidup yang Anda inginkan saat pensiun,” katanya. (hsy/hsy) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Nasihat Pakar Keuangan: Jangan Timbun Uang di Rekening Tags #tabungan #penyesalan finansial #dana pensiun #dana darurat #utang #pengeluaran #strategi menabung Related Articles Sudah Lama Kerja tapi Tak Punya Tabungan? Ini Solusi dari Ahli MARKET Belajar dari Warga AS, Tabungan Jadi Penyesalan Terbesar MARKET Jangan Timbun Uang di Satu Rekening! Ini Kata Pakar MARKET Numpuk Uang di Rekening Bisa Bikin Boncos, Segini yang Pas Kata Pakar MARKET Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Libur Imlek, Taman Margasatwa Ragunan Dihiasi Lampion hingga Edukasi Feeding Time
- CSNBro
- 16 Februari 2026
- 0
Libur Imlek, Taman Margasatwa Ragunan Dihiasi Lampion hingga Edukasi Feeding Time
Polres Garut Gencar Gelar Operasi Cipta Kondisi, Sikat Miras Ilegal untuk Jaga Kamtibmas
- CSNBro
- 18 Februari 2026
- 0
Polres Garut Gencar Gelar Operasi Cipta Kondisi, Sikat Miras Ilegal untuk Jaga Kamtibmas
Zulhas Minta Kader PAN Sering Turun ke Lapangan dan tak Sombong
- CSNBro
- 14 Februari 2026
- 0
Zulhas Minta Kader PAN Sering Turun ke Lapangan dan tak Sombong
