AS Tangkap Mantan Pilot Jet Tempur F-35, Diduga Latih Militer China login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita Internasional AS Tangkap Mantan Pilot Jet Tempur F-35, Diduga Latih Militer China Comment SHARE url telah tercopy Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia 26 February 2026 21:30 Foto: Dalam foto yang dirilis oleh Angkatan Laut AS ini, sebuah F-35C Lightning II, yang tergabung dalam Skuadron Serangan Pesawat Tempur Marinir (VMFA) 314, bersiap melakukan pendaratan dengan penahan di dek penerbangan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) di Laut Arab pada 12 Februari 2026. (AFP/SONNY ESCALANTE) Jakarta, CNBC Indonesia – Amerika Serikat (AS) menangkap seorang mantan pilot tempur elit pesawat F-35 Lightning II atas dugaan memberikan pelatihan militer kepada Angkatan Udara China tanpa izin resmi pemerintah AS. Penangkapan ini diumumkan oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ). Pada Rabu (25/2/2026), DOJ menyatakan mantan Mayor Angkatan Udara AS Gerald Brown (65) ditangkap pada Rabu di negara bagian Indiana. Brown didakwa memberikan serta berkonspirasi memberikan layanan pertahanan kepada pilot militer China secara ilegal. “Mantan pilot tempur elit ini diduga mengkhianati negaranya dengan melatih pilot China untuk melawan pihak yang sebelumnya ia sumpah untuk lindungi,” ujar Roman Rozhavsky, Asisten Direktur Divisi Kontraintelijen dan Spionase FBI, dalam pernyataan resmi, seperti dikutip Al Jazeera. Pilihan Redaksi Trump Balas Dendam Kesumat, “Pecat-pecatin” Agen Intel FBI Iran-AS Mulai Lagi Perundingan Nuklir, Teheran Ajukan Tiga Syarat Rusia Sorot Board of Peace Bentukan Trump, Singgung Peran PBB Rozhavsky menambahkan, pemerintah China secara aktif mengeksploitasi keahlian personel militer AS, baik yang masih aktif maupun pensiunan, untuk mempercepat modernisasi kemampuan militernya. “Penangkapan ini menjadi peringatan tegas,” katanya. Jaksa AS untuk Distrik Columbia Jeanine Ferris Pirro juga menegaskan pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang terlibat. “Brown dan siapa pun yang berkonspirasi melawan negara ini akan dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya. Menurut DOJ, Brown bertugas di Angkatan Udara AS selama 24 tahun. Ia pernah memimpin misi tempur serta bertanggung jawab atas unit-unit sensitif, termasuk yang berkaitan dengan sistem pengiriman senjata nuklir. Setelah pensiun pada 1996, Brown bekerja sebagai pilot kargo komersial sebelum menjadi kontraktor pertahanan yang melatih pilot AS mengoperasikan pesawat tempur F-35 dan A-10. Brown diduga mulai melatih pilot China setelah melakukan perjalanan ke negara tersebut pada Desember 2023. Ia disebut menetap di China hingga kembali ke AS pada awal Februari 2026. DOJ mengungkapkan kontrak pelatihan itu dinegosiasikan oleh Stephen Su Bin, warga negara China yang pada 2016 dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena berkonspirasi meretas kontraktor pertahanan AS untuk mencuri rahasia militer. Kasus ini disebut serupa dengan perkara mantan pilot Korps Marinir AS Daniel Duggan, yang ditangkap di Australia pada 2022 dan kini berupaya melawan ekstradisi ke AS. Duggan dituduh melanggar Undang-Undang Pengendalian Ekspor Senjata AS karena memberikan pelatihan pilot kepada militer China. Menurut laporan Reuters, pengacara Duggan menyebut upaya ekstradisi tersebut sebagai kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam praktik hukum Australia. Pada 2024, pemerintah AS bersama Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Inggris mengeluarkan peringatan bersama terkait upaya China merekrut personel militer Barat. “Wawasan yang diperoleh Tentara Pembebasan Rakyat dari talenta militer Barat mengancam keselamatan individu yang menjadi sasaran, rekan-rekan dinas mereka, serta keamanan AS dan sekutunya,” bunyi pernyataan tersebut. Pemerintah AS menegaskan, setiap individu yang memberikan pelatihan atau keahlian militer kepada negara asing tanpa izin dapat dikenai sanksi perdata maupun pidana. (luc/luc) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Iran Gantung Mati Petinggi Mata-Mata Israel, Bongkar Rencana Berbahaya Tags #mantan pilot f-35 #pelatihan militer china #spionase #keamanan nasional #departemen kehakiman as #angkatan udara as #konspirasi #penangkapan #modernisasi militer #pelanggaran hukum Related Articles Geger! China Mau Buat Gedung Raksasa di ‘Jantung’ Keuangan NATO NEWS Israel-AS Rencanakan Pembunuhan Khamenei, Orang Ini Bocorkan Infonya NEWS Intelijen Inggris: Hati-Hati Mata-Mata China, Headhunters di LinkedIn NEWS Intelijen Turki Buka Kedok Jaringan Mata-mata Mossad di Istanbul NEWS Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
KIP Kabulkan Gugatan Eks Pegawai KPK, BKN Wajib Buka Hasil TWK
- CSNBro
- 23 Februari 2026
- 0
KIP Kabulkan Gugatan Eks Pegawai KPK, BKN Wajib Buka Hasil TWK
Komunikasi Tersangka Pajak dengan ASN DJP Didalami KPK Berdasarkan Barang Bukti Elektronik
- CSNBro
- 21 Februari 2026
- 0
Komunikasi Tersangka Pajak dengan ASN DJP Didalami KPK Berdasarkan Barang Bukti Elektronik
Polres Pangandaran Periksa 22 Saksi dalam Kasus Dugaan Investasi Bodong Aplikasi MBA
- CSNBro
- 16 Februari 2026
- 0
Polres Pangandaran Periksa 22 Saksi dalam Kasus Dugaan Investasi Bodong Aplikasi MBA
