Bangkai Mobil India Hantui Desa, Kadin dan Dasco Coba Gagalkan Impor 105.000 Pikap Agrinas

Bangkai Mobil India Hantui Desa, Kadin dan Dasco Coba Gagalkan Impor 105.000 Pikap Agrinas   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Sektor Riil Bangkai Mobil India Hantui Desa, Kadin dan Dasco Coba Gagalkan Impor 105.000 Pikap Agrinas Anto Kurniawan Senin, 23 Februari 2026 – 19:34 WIBloading… Rencana Agrinas Pangan Nusantara mendatangkan 105.000 unit kendaraan pikap dari India kini berada di ujung tanduk, usai adanya desakan agar pemerintah menunda rencana impor kontroversial Rp24,66 triliun. Foto/Dok A A A JAKARTA – Rencana PT Agrinas Pangan Nusantara mendatangkan 105.000 unit kendaraan pikap dari India kini berada di ujung tanduk. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan apresiasi setinggi langit atas langkah cepat Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad yang meminta pemerintah menunda rencana impor kontroversial senilai Rp24,66 triliun tersebut.Langkah Dasco dinilai bukan hanya menyelamatkan industri otomotif nasional dari kehancuran, tetapi juga melindungi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dari kerugian jangka panjang. Baca Juga: Impor 105.000 Kendaraan Kopdes Merah Putih, Dirut Agrinas: Mobil Pikap 4×4 India Lebih Murah Risiko Mobil Bangkai dan Ancaman Lapangan KerjaWakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Saleh Husin memperingatkan risiko fatal jika Indonesia memaksakan impor massal 105.000 unit kendaraan niaga tersebut. Menurutnya layanan purna jual menjadi taruhan utama.“Bisa bayangkan kalau 105.000 mobil yang dipakai Kopdes Merah Putih adalah produk impor? Tanpa dukungan industri lokal, mobil-mobil ini bisa menjadi bangkai setelah beberapa tahun akibat kesulitan suku cadang,” ungkap Saleh Husin dalam keterangannya, Senin (23/02/2026).Saleh menegaskan, jika produsen India seperti Tata atau Mahindra serius ingin menggarap pasar Indonesia, mereka seharusnya membangun pabrik di dalam negeri, mengikuti jejak raksasa otomotif lain seperti Toyota, Suzuki, hingga pemain baru seperti BYD dan VinFast.Intervensi DPR: Menunggu Keputusan Presiden PrabowoSufmi Dasco Ahmad menyatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah untuk menghentikan sementara proses impor yang sedang berjalan. Alasan utamanya adalah menunggu kepulangan Presiden Prabowo Subianto dari kunjungan kerja luar negeri. Halaman :123 Lihat Juga : Impor 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih Dicicil Pakai Dana Desa, Purbaya Buka Suara Dasco Minta Rencana Impor 105 Ribu Unit Mobil Pikap dari India Ditunda Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! kadin sufmi dasco ahmad mobil pikap mobil pickup pt agrinas pangan nusantara Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Impor 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih Dicicil Pakai Dana Desa, Purbaya Buka Suara Dasco Minta Rencana Impor 105 Ribu Unit Mobil Pikap dari India Ditunda Impor 105.000 Kendaraan Kopdes Merah Putih, Dirut Agrinas: Mobil Pikap 4×4 India Lebih Murah Presiden Didesak Batalkan Impor 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih, Kadin: Membunuh Industri Otomotif Inilah Dirut Agrinas yang Memutuskan Impor 105.000 Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih Produksi Pick-Up Lokal Tembus 1 Juta Unit, Potensi Ekonomi Bisa Capai Rp27 Triliun! Kontroversi Impor 105.000 Pikap 4×4: Benarkah Logistik Desa Butuh Penggerak 4 Roda? Menang Spesifikasi di Atas Kertas, Rapuh di Layanan Purna Jual: Bedah Rekam Jejak Pikap Impor India Agrinas Mahindra Menang Banyak di Indonesia, Menakar Urgensi Mobil Impor India untuk Koperasi Desa Rekomendasi Kedaulatan Rakyat atas Data Pribadi Pascaperjalanan Dagang Indonesia-AS Antara Idealitas Pengabdian dan Realitas Kesempatan, Isu Alumni LPDP Mampu Bunuh El Mencho, Pasukan Khusus Meksiko Disamakan dengan SAS dan Delta Force Selengkapnya Bus Transjakarta Tabrakan di Jalur Langit Cipulir Pagi Ini Gempa M7,2 Guncang Sabah Malaysia, Terasa hingga Tarakan Puasa, Infaq, dan Careness Berita Terkini Selengkapnya SIG Kirim 36.000 Bata Interlock Presisi untuk Pembangunan Hunian di Padang Impor 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih Dicicil Pakai Dana Desa, Purbaya Buka Suara IHSG Hari Ini Balik Menghijau di 8.396, Transaksi Cetak Rp23,91 Triliun Wamen Viva Yoga Ajak AKSI Bangun Kawasan Transmigrasi Cairkan THR PNS, TNI/Polri 2026, Purbaya Siapkan Rp55 Triliun Alumni LPDP Pamer Paspor Anak Jadi WNA, Purbaya: Selama Saya di Sini Kena Blacklist Permanen Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Sisi Gelap Game Online Intai Pelajar Terpopuler 1 Tak Hanya Beras Ribuan Ton, Indonesia Setujui Impor 580.000 Ekor Ayam dari AS 2 Presiden Didesak Batalkan Impor 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih, Kadin: Membunuh Industri Otomotif 3 Impor 105.000 Kendaraan Kopdes Merah Putih, Dirut Agrinas: Mobil Pikap 4×4 India Lebih Murah 4 Prabowo-Trump Teken Kesepakatan, Ayam hingga Jagung AS Bakal Masuk RI 5 Tarif Trump Dibatalkan MA AS, Prabowo: Kita Siap Hadapi Segala Kemungkinan Infografis 7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *