Dalih Spesifikasi 4×4 Mengubur Pekerja Sendiri: Ini Dampak Manuver Impor 105 Ribu Pikap India Agrinas

Dalih Spesifikasi 4×4 Mengubur Pekerja Sendiri: Ini Dampak Manuver Impor 105 Ribu Pikap India Agrinas   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Motor Mobil Rest Area Indeks Home Motor Mobil Rest Area Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Mobil Dalih Spesifikasi 4×4 Mengubur Pekerja Sendiri: Ini Dampak Manuver Impor 105 Ribu Pikap India Agrinas Danang Arradian Sabtu, 21 Februari 2026 – 15:38 WIBloading… Keputusan PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) memborong 105.000 unit kendaraan niaga asal India untuk kebutuhan operasional logistik Koperasi Desa Merah Putih jadi sorotan besar. Bahkan, kontraproduktif terhadap peta jalan industrialisasi nasional. Foto A A A JAKARTA – Keputusan PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) memborong 105.000 unit kendaraan niaga asal India untuk kebutuhan operasional logistik Koperasi Desa Merah Putih jadi sorotan besar. Bahkan, kontraproduktif terhadap peta jalan industrialisasi nasional.Di tengah gaung kemandirian ekonomi yang terus disuarakan oleh Presiden Prabowo Subianto, manuver impor berskala raksasa oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini justru memukul telak industri otomotif domestik, dengan potensi kerugian Produk Domestik Bruto (PDB) yang ditaksir menembus angka Rp39,29 triliun.Secara rincian kontrak, Agrinas mendatangkan kendaraan dalam bentuk utuh (Completely Built Up/CBU) dari dua raksasa manufaktur India.Angka 105.000 unit tersebut terbagi atas: 35.000 unit model pikap Mahindra Scorpio70.000 unit dari Tata Motors yang terdiri atas 35.000 unit Yodha Pick-Up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.Center of Economic and Law Studies (Celios) menguliti dampak destruktif dari kebijakan ini.Alih-alih menciptakan efek pengganda (multiplier effect) di dalam negeri, impor CBU ini secara harfiah mematikan aktivitas ekonomi lokal.Ekonom Celios, Nailul Huda, menegaskan bahwa langkah ini berpotensi merampas pangsa pasar produk rakitan dalam negeri.Berdasarkan kajian Celios, selain hilangnya PDB sebesar Rp39,29 triliun, dampak lanjutan yang tak kalah mengerikan adalah melayangnya potensi pendapatan masyarakat sebesar Rp39,05 triliun, serta ancaman hilangnya sekitar 330.000 lapangan pekerjaan di berbagai sektor turunan.“Tidak ada aktivitas ekonomi yang diciptakan dari importasi ini. Industri otomotif, khususnya yang menjual mobil pick up, akan mengalami kerugian. Maka mereka akan mengurangi produksi ataupun membeli bahan baku atau stok. PMI Manufaktur industri otomotif akan mengalami pelemahan,” tutur Huda, saat dihubungi SindoNews. Halaman :123 Lihat Juga : Ironi 105.000 Pikap India: Mengapa Impor saat Kapasitas Pabrik Lokal Justru Menganggur? Kupas Tuntas Tata Yodha dan Mahindra Scorpio Truk Pesanan BUMN Agrinas Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! mahindra mahindra mm Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Ironi 105.000 Pikap India: Mengapa Impor saat Kapasitas Pabrik Lokal Justru Menganggur? Kupas Tuntas Tata Yodha dan Mahindra Scorpio Truk Pesanan BUMN Agrinas Mahindra Menang Banyak di Indonesia, Menakar Urgensi Mobil Impor India untuk Koperasi Desa Mengapa Kopdes Merah Putih Memilih Mahindra India Ketimbang Legenda Jepang? 2 Produsen Otomotif India Terima Ratusan Ribu Unit Mobil untuk Kopdes Agrinas Mahindra XEV 9e Diluncurkan, India Siap Saingi Mobil Listrik China Rekomendasi Tarik Magnet Pengunjung, PLN Pamerkan Ekosistem EV Terintegrasi di IIMS 2026 Periksa Pegawai Bea Cukai yang Sempat Terjaring OTT, KPK Usut Kegiatan Kepabeanan Daftar Negara dan Kampus Luar Negeri Tujuan Terbanyak Penerima Beasiswa LPDP Selengkapnya Polda Metro Jaya Mutasi 175 Personel, Ada Kapolsek Digeser Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Pegunungan Bintang Papua Israel Halangi Warga Palestina Salat Jumat Ramadan di Al-Aqsa Berita Terkini Selengkapnya Menang Spesifikasi di Atas Kertas, Rapuh di Layanan Purna Jual: Bedah Rekam Jejak Pikap Impor India Agrinas Dalih Spesifikasi 4×4 Mengubur Pekerja Sendiri: Ini Dampak Manuver Impor 105 Ribu Pikap India Agrinas Ironi 105.000 Pikap India: Mengapa Impor saat Kapasitas Pabrik Lokal Justru Menganggur? Tombol Fisik Kini Jadi Syarat untuk Raih Peringkat 5 Bintang Euro NCAP Kupas Tuntas Tata Yodha dan Mahindra Scorpio Truk Pesanan BUMN Agrinas Mahindra Menang Banyak di Indonesia, Menakar Urgensi Mobil Impor India untuk Koperasi Desa Selengkapnya Apa yang Akan Terjadi pada 2026? Caplok Sana, Rebut Sini! Politik Barbar Trump Terpopuler 1 Mengapa Kopdes Merah Putih Memilih Mahindra India Ketimbang Legenda Jepang? 2 Honda, Nissan, dan Mitsubishi Melanjutkan Pembicaraan Rencana Penggabungan 3 Mengapa Honda Civic Hybrid Terpilih Jadi Mobil Terbaik 2026? 4 Dominasi 55 Tahun Tanpa Putus: Mengapa Mitsubishi Fuso Masih Mustahil Ditumbangkan? 5 Kupas Tuntas Tata Yodha dan Mahindra Scorpio Truk Pesanan BUMN Agrinas Infografis Berteknologi Canggih, Ini Spesifikasi Kapal Selam Wisata Titanic Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *